Serang, 23 Mei 2025 — Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, resmi menetapkan pemenang Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri Tahun Anggaran 2025 melalui Keputusan Nomor 0419/C3/DT.05.00/2025 tertanggal 22 Mei 2025. Dari puluhan ribu proposal yang masuk, dua anggota Jejaring Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) terpilih: Dr. Tb Ai Munandar, S.Kom., M.T (Founder JPPM shekaligus dosen Prodi Informatika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), dan Co-Founder JPPM, Dr. Rina Oktaviyani, M.Pd, yang juga sebagai dosen Prodi Pendidikan Matematika,, Universitas Serang Raya.
Tb Ai Munandar berhasil meraih dana hibah untuk proyek “Sistem Telehealth Terintegrasi dengan Notifikasi Cerdas Berbasis Android untuk Pemantauan Jarak Jauh Neonatus.” Konsorsium yang dipimpinnya—melibatkan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dan Universitas Negeri Jakarta—mengadopsi model R&D prototyping iterative untuk mengembangkan platform yang menghubungkan sensor vital (suhu tubuh, detak jantung, frekuensi napas) ke aplikasi Android. Melalui modul machine learning sederhana, sistem ini mampu mendeteksi anomali kesehatan neonatus secara real‑time dan mengirimkan peringatan otomatis kepada tenaga medis dan orang tua, dengan tujuan menurunkan angka kematian bayi di daerah terpencil .
Di bidang pendidikan, Co-Founder JPPM Dr. Rina Oktaviyani, M.Pd juga menorehkan prestasi gemilang dengan meraih hibah Penelitian Fundamental Reguler (PFR) untuk karyanya “Reduksi Beban Kognitif dan Math Anxiety pada Konsep Formal Limit Melalui Model Neurofeedback Adaptif Berbasis EEG (Electroencephalogram).” Penelitian ini mengintegrasikan sinyal EEG untuk memantau beban kognitif mahasiswa saat mempelajari konsep limit, lalu memberikan umpan balik adaptif guna mereduksi kecemasan matematis. Dengan penerapan algoritma machine learning untuk klasifikasi pola EEG, diharapkan model ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di perguruan tinggi.
Keberhasilan dua proposal ini menegaskan peran sentral JPPM dalam memfasilitasi kolaborasi antardisiplin—mulai dari teknik kendali dan AI hingga pendidikan matematika—untuk menjawab tantangan kesehatan dan pedagogis di Indonesia. Melalui dana KEMDIKTISAINTEK 2025, kedua tim riset akan memasuki fase pengembangan prototipe lanjutan, uji lapangan, serta diseminasi hasil berupa publikasi ilmiah dan pendaftaran paten. Langkah ini sekaligus memperkuat jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
