Jejaring Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (JPPM) menyelenggarakan Rapat Persiapan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional secara daring pada 23 April 2026, yang diikuti oleh 21 dosen dari berbagai perguruan tinggi mitra di Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarkomunitas akademisi untuk melaksanakan program pengabdian kolaboratif bertema “Penguatan Kapasitas Digital Generasi Muda melalui Literasi, Keamanan Siber, dan Pengembangan Kreativitas Berbasis Teknologi.”
Rapat yang berlangsung hangat dan produktif ini menghadirkan kolaborator dari IndoCEISS Provinsi Nusa Tenggara Barat, IndoCEISS Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Bumigora, Universitas Flores, Universitas Nusa Nipa, Universitas Mulawarman, STTIKOM Insan Unggul Cilegon, Universitas Nusa Putra, Politeknik Krakatau Cilegon, dan STIKOM Artha Buana Kupang. Kehadiran para dosen lintas institusi menunjukkan komitmen bersama untuk membangun model pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional yang berdampak luas.
Dalam rapat tersebut dibahas dua tema utama PkM yang akan dilaksanakan secara bertahap selama empat minggu. Tema pertama, Gerakan Kolaboratif Literasi Digital dan Keamanan Siber di Masyarakat, berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai etika bermedia, penanggulangan hoaks dan phishing, keamanan akun dan data pribadi, keamanan perangkat, hingga respons insiden digital. Tema kedua, Peningkatan Kompetensi Digital Generasi Muda melalui Pelatihan Kreativitas, AI, dan Personal Branding, diarahkan untuk memperkuat mindset digital, pemanfaatan AI untuk produktivitas, hingga pengembangan kreativitas konten digital.
Melalui pemaparan timeline pelaksanaan, peserta rapat menyepakati skema implementasi PkM dalam dua tahapan utama selama empat minggu, dimulai dari pembukaan dan penguatan literasi digital, dilanjutkan dengan materi keamanan siber, kemudian masuk pada pengembangan kompetensi digital berbasis AI, kreativitas, desain konten, hingga produksi dan publikasi konten digital. Program ini juga dirancang menghasilkan luaran terukur, seperti peningkatan literasi digital peserta, draft personal branding, tugas berbasis AI, mini portofolio peserta, hingga publikasi hasil kegiatan.
Selain membahas substansi program, rapat juga menghasilkan sejumlah tindak lanjut strategis, di antaranya pembagian tim dosen berdasarkan materi, penyusunan modul dan bahan ajar, pengembangan pre-test dan post-test, penyusunan TOR kegiatan, pembuatan flyer program, serta inisiasi draft kerja sama antar institusi melalui MoU dan Implementation Agreement (IA). Luaran kolaborasi juga diarahkan pada publikasi artikel ilmiah, modul pelatihan, dan laporan hasil PkM bersama.
Ketua jejaring Tb Ai Munandar menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan hanya menjadi ruang sinergi antarperguruan tinggi, tetapi juga bentuk kontribusi nyata akademisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi nasional ini, kami ingin menghadirkan pengabdian yang bukan sekadar seremonial, tetapi berdampak langsung dalam penguatan literasi digital, keamanan siber, serta peningkatan kreativitas dan produktivitas generasi muda,” ungkapnya dalam forum rapat.
Rapat persiapan ini menjadi tonggak awal implementasi PkM kolaboratif yang diharapkan mampu menjadi model pengabdian lintas perguruan tinggi yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan tantangan era digital. Dengan dukungan para kolaborator, JPPM optimistis program ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekosistem kolaborasi akademik nasional.
